Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 November 2017

Tips Mencari Bacaan Asyik di Whatpad

Hallo teman, kalian pernah dengar kan istilah stereotipe kah? Hehe saya menemukan kembali istilah itu di whatpad lho. Saya ingat pernah mendapat mata kuliah tentang perilaku organisasi, yang notabene sangat teoritis, dan betul-betul membutuhkan banyak sekali literatur. Mungkin istilah stereotipe ini masuk dalam frame mata kuliah saya yang satu itu seharusnya.

Kali ini saya bukan mau sharing tentang stereotipe-nya, tapi tempat dimana saya menemukan istilah itu (kembali). Yap, whatpad atau 'platform orange' begitu orang kebanyakan menyebutnya. Satu dari sekian teman saya bilang "hari gini masih main whatpad?". Saya sih cuek aja, Selama saya enjoy why not? dan saya berpikir whatpad nggak seburuk itu kok. Kalau whatpad seburuk itu, mana ada akun penerbit mayor yang rela bikin akun disana coba. Nge-share novel yang mau di launching secara free, walau pun nggak kelar. Lumayan bisa icip duluan kan, Hahaha...

Nah buat kalian yang merasa selalu gagal nyari novel kece di whatpad. Saya mau bagi tips biar kalian bisa nemuin novel yang lumayan. Kenapa hanya lumayan? Karena novel di whatpad yang biasanya akan naik cetak, belum melalui proses editing jadi mungkin ada beberapa typo, kalimat tidak efektif dan faktor lain yang membuatnya menjadi 'kurang kece'. Tapi sudah layak terbit lho ya, buktinya banyak juga kok yang melakukan self publishing dan laku keras. Bagi saya sih masih OK, asalkan packaging ceritanya masuk akal dan nggak cuma jualan adegan 'ehem-ehem'. Ngerti kan maksud saya? Kalau nggak ngerti silakan japri saya, hihihi...okay lets check :

1. Masuk ke menu Home (icon rumah) dan klik rekomendasi.

Disitu biasanya akan muncul beberapa novel yang sedang in atau disebut dengan what's hot. Ikuti tanda tagar contoh : (#1 in chicklit). Ini bisa jadi salah satu opsi cara memilih novel yang cukup banyak pembacanya. Baca blurbnya terlebih dahulu, then kalau memang suka masukkan  saja novel itu ke library kalian. Kalau tidak cocok tinggal say good bye. Saya biasanya membaca setidaknya 3 bab baru memutuskan add to library atau tidak. Ada juga kok bacaan yang banyak pembacanya tapi saya nggak masukkan library, ya karena selera saja sih.

2. Cari akun seleb whatpad.

Bukan tanpa tujuan ya, biasanya para selebpad(begitu saya sebut mba kece di whatpad yang followernya sudah banyak dan produktif) akan memfollow akun-akun kece lain. Atau bisa juga para selebpad ini akan membuat reading list yang bisa kita intip, dan kita contek bacaannya. Jangan sungkan untuk sekedar nyontek bacaan para mba selebpad ini, karena bisa jadi selera bacaan kita sama dengan mereka lho.

3. Whatpad walking.

Bagi kalian yang sibuk, ini bisa dikerjakan pas lagi senggang ya. Saya biasanya melakukan ini ketika saya mau tidur, sekedar mencari bacaan buat tambahan library saya. Hehehe, emang sekurang kerjaan itu saya. Karena membaca buku sudah terlalu mainstream, dan bacaan yang sudah habis biasanya saya ngubek-ubek whatpad. Ini sih semacam lempar dadu ya, kalau 'bejo' ya nemu cerita bagus kalau nggak ya udah nggak saya ambil pusing.

4. Minta rekomendasi teman.

Akhirnya setelah kurang lebih enam bulan saya main di whatpad saya nemu partner juga. Siapa dia? Jeng...jeng my sister in law. Beda usia dengan saya sepuluh tahun sih, tapi saya dan dia sesekali colek-colekan kalau pas sharing bacaan. Seru juga lho, hehehe. Nah kalau kalian butuh teman atau sekedar referensi buat cari bacaan di whatpad sini boleh banget colek saya. Balik lagi ke selera sih ya, tapi saya nggak sesesat itu kok kalau ngasih rekomendasi jadi don't worry to much baby.

Akhirnya pecah telur juga sis, alusin aja shay hahaha. Setelah sekian bulan ngedekem dan aja aja alasannya. Nulis ya nulis aja, kalau banyak baca nggak nulis ntar takutnya jadi gampang kesemutan atau mudah emosi shay. Wis me luck. Semangat lagi :)

Kamis, 26 Oktober 2017

3 Tips Bermanfaat Membeli Cake Seleb Yang Kekinian

Saat ini, kemajuan bisnis kuliner menjadi 'ladang emas' bagi sebagian orang. Bagaimana tidak? Selain keuntungan yang cukup fantastis, perputaran uang dalam bisnis ini terbilang lebih cepat dibanding bisnis di bidang lain. Sebut saja pedagang mendoan. Di tempat tinggal saya, -Purwokerto- mendoan (mentah) dijual ecer Rp 250,-/slice. Katakanlah itu harga retail, menurut dugaan saya jika yang membeli sesama pedagang, dan akan dijual kembali harga belinya akan menjadi lebih murah. Nah, katakanlah harga pokok mendoan(matang)per slice adalah Rp 500,-, sedangkan harga jualnya bisa menjadi Rp 1.000,-. Maka keuntungan berjualan mendoan bagi seorang pedagang gorengan adalah kurang lebih 50% dari jumlah modalnya. Cukup menggiurkan ya?

Tak ketinggalan, para selebriti tanah air banyak yang 'melirik' bisnis di bidang kuliner. Sebut saja pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, selain memiliki brand baju sendiri, pasangan ini juga memiliki jaringan resto bakmi yang memiliki beberapa cabang dan cukup populer. Belum lagi brand snack yang sudah masuk ke jaringan retail di Indonesia. Nah, baru-baru ini Gigi -panggilan Nagita Slavina- juga melaunching Gigieat Cake. Diikuti oleh seleb lain, sehingga cake-cake besutan seleb ini bertebaran bahkan hampir di seluruh pelosok tanah air. Baru-baru ini saya mencoba RoRu Cake milik Ruben Onsu dan cake milik Arief Muhammad, seorang blogger sekaligus aktor. Rasanya? Hehe...Ya gitu. Cuz cobain (sendiri) lah. Nah, biar ada kenang-kenangan, karena mencicipi kue seleb adalah moment yang cukup langka buat saya. Saya 'meramu' tiga tips ini agar para kuliner lover tidak lupa-lupa terhadap deskripsi dan rasanya. Selain  bisa berbagi pengalaman dengan para netter, juga tidak akan terlupakan begitu saja. Simak yuk gaes :

1. Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi

Yap, demam kue seleb membuat saya semacam mengalami 'fear of missing out' gitu deh. Apaan sih? itu lho takut dikatakan nggak kekinian. Demi apa coba? Lidah donk. Strategi marketingnya, gambarnya, antriannya membuai banget kan ya? Seolah-olah kalau nggak ikutan nyicip dunia ini akan berakhir, hahaha lebay.
But plis sebelum icip jangan berekpektasi terlalu tinggi karena lidah nggak bisa bohong kan? Nggak perlu jadi ahli pattieseri kok untuk komentar rasa kue. Kalau saya sih, rasanya masuk atau nggak. Itu aja, cukup.

2. Patungan
Hehehe...harus banget ya? Nggak kok. Ini berlaku buat emak irit macam saya. Katakanlah harga cake itu Rp 80.000,-/kota. Kalau belinya di luar kota, kita bisa kena jastip plus ongkir. Kalau hanya untuk membeli rasa penasaran biasanya nggak perlu makan banyak kan biar puas? Cukup icip sedulit, dan udah puas. Setuju? Jadi patungan adalah jalan bijak buat kamu yang penasaran terhadap rasa kue seleb yang kekinian namun peduli terhadap kantong.

3. Ceritakan/review di Media Sosial
Yang pertama, kita bisa menyajikan gambar as a kuliner reviewer. Kalau gambar yang disajikan oleh penjual/selebnya sendiri sudah pasti menarik karena tujuan mereka memang komersial. Nah, kita sebagai pemakai kamera biasa/ non pro bisa menyajikan real picture (seperti kata emak-emak fans olshop), "Real Pic donk Sis" =D. Dengan tidak ada maksud menjelelekkan ya mak tentu saja.

Yang kedua, kita bisa mendeskripsikan produk, menceritakan rasa secara objektif, boleh juga mencantumkan harga, size kue dan cara mendapatkan produk misal : by gojek atau jastip.

As a sample saya dapat satu potong cake kekinian dari adik saya. Ia membelinya melalui sebuah jastip di Jakarta. Kue kekinian itu adalah milik seorang youtuber, Arief Muhammad. Deskripsi kuenya ya : Paduan antara cake (mirip sponge cake, tapi lebih berat), potongan wafer, dan chocolate rice crispy. Jadi ada tiga lapis dalam satu gigit. Rasanya manis dan crunchy (seharusnya), karena saya mendapatkan ini sudah dalan kedaaan tidak utuh jadi melempem lah komponen yang seharusnya crunchuly itu. May be ini lebih enak dimakan langsung setelah order karena ada tekstur cruchy yang tidak harus kita pertahankan : layaknya sebuah hubungan :p

Semoga tiga tips tadi bisa membantu meredakan gundah gulanannya mak-mak semua karena ngidam cake kekinian. Selamat icip-icip, duh gratis apalagi hihihi. Jangan lupa reviewnya mak. Itu penting demi menyelamatkan lidah dan juga kantong emak yang lain tentu saja.

Jumat, 06 Oktober 2017

Tips Agar LDR/LDM Menjadi Lebih Berkesan

"||...Seandainya, jarak tiada berarti akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja||
Seandainya sang waktu dapat mengerti, takkan ada rindu yang terus mengganggu|| Kau akan kembali bersamaku..." (LDR - Raisa)

Siapa yang masih terbawa perasaan (baper) melihat kemesraan babang hamish dan raisa? Hahaha...saya salah satunya. Belum tuntas kebaperan sama precious moment -nikahan- mereka. Ditambah harus menyimak foto dan video prewedding yang justru booming setelah mereka sah alias nikah. Dan lagi-lagi, beredar foto yang 'unch' banget ketika mereka honeymoon di eropa. Duh pothek hati emak.

By the way, kali ini saya pengen bahas soal LDR, eh LDM lebih tepatnya. LDM alias long distance married. Istilah ini saya pinjam dari owner label Ummu Balqis yang empunya akun instagram @baby_hijaber. LDR berakhir kandas saya pernah lho, curhat mak? Alhamdulillah, LDR yang terakhir sampai ke pelaminan. Bahkan setelah menikah sudah dua kali ini LDR-an, lebih tepatnya LDM-an.

Saya sih belum bisa dibilang pakar LDR atau pun LDM ya karena juga baru beberapa kali dan terhitung dalam waktu yang tidak lama. Saya yakin banyak para pejuang LDR/LDM yang jauh lebih mumpuni daripada saya. Tapi boleh ya kali ini saya share beberapa tips melewati LDR/LDM dengan gilang gemilang, cerah ceria dan cetar membahana. Yuk simak mak :

1. Berpikir Rasional
Namanya ciwik, hati melulu kan ya yang dipikirin. Sesekali coba yuk rasional. Pikir baik-baik tujuan LDR/LDMan itu untuk apa. Studi-kah, kerja kah atau sekedar happy-happy kah. Saya salut banget sama adik tingkat saya. Sebut saja namanya Jundi. Dia rela resign dari pekerjaan di Indonesia, demi membersamai sang istri (muth) yang menempuh studi di Inggris sana. Masyaa Alloh love you both dears. Barokalloh. Lho, kok jadi OOT? Nggak sih. Itu adalah contoh pemikiran rasional laki-laki menurut saya, mengingat waktu sang istri sedang hamil dan harus merantau, jauh pula.

2. Bertenggat Waktu
Hehehe, saya juga adalah 'korban' resign karena waktu itu pernah memutuskan mengikuti suami. Bukan sekedar emosi sesaat sih, banyak orang yang meyanyangkan tapi saya bawa happy saja. Pasalnya apa? Tidak ada yang tau dari kami sampai kapan LDMan kami itu berakhir. Karena suami terikat pekerjaan, saya pun demikian. So, kalau memang tenggat waktunya kurang jelas berapa lama harus LDR/LDMan yuk lah dikaji ulang atau betulan kalian sudah siap dengan segala konsekuensinya?

3. Komunikasi Lancar
Mak yang namanya komunikasi itu nggak harus tiap hari telponan, video call-an, saling berbalas pesan ketika berjauhan. Yang terpenting dari komunikasi adalah adanya kesadaran dari dua belah pihak untuk menginfokan 'whats the news?' Misal, hari ini saya melakukan sebuah kegiatan penting (misal : spa di salon hihi)boleh diinfokan kepada pak suami. Disertai bertanya kabar, dan atau info lain. Nah, jika respon dari si do'i slow, jangan langsung ngamuk, calm down aja lah. Mengingat suami saya itu tipe slow pula kalau urusan berbalas pesan, maka saya sudah jadi jagonya cooling down. Jago ciye, jago.

4. Jaga kepercayaan
Sosial media sekarang ini menjadi salah satu pintu untuk kita mencari teman, dan tanpa batas. Batas usia, gender, suku, agama, bahkan RAS. Sosmed bahkan menjadi ajang untuk mencari jodoh, dan yang tadi saya tonton di televisi cukup eng-ing-eng. Why? Menurut data pengadilan negeri bekasi, kasus perceraian beberapa tahun ini mengalami kenaikan, alasannya adalah salah satu dari para pelaku perceraian tersebut melakukan perselingkuhan via sosmed. Naudzubillah, semoga kita semua bisa menjaga diri ya mak. Aamiin.

5. Menekan Pengeluaran
Siap LDM harus siap menanggung istilah 'beda dapur'. Pengeluaran lebih banyak? Sudah pasti. Jadi be a wise dalam menggunakan uang ya mak. Atau memilih seperti saya, numpang di PIM residence alias Pondok Rumah Mertua haha..#becandainimah. Tapi betulan lho saya berusaha menekan budget semenjak LDM-an kali ini karena LDM-an dua tahun lalu saya masih berpenghasilan tetap, sedangkan saat ini tidak.

6. Quality Time
Jarang ketemu, sekalinya ketemu sama-sama lelah. Yang satu lelah di perjalanan pulang satunya lelah menjadi single fighter mengurus rumah dan anak. But quality time itu keharusan lho mak. Nggak harus jalan-jalan ke eropa, cukup ngeteh sembari nyemil pisang goreng sambil ngobrol berdua. Intinya harus sama-sama pengertian kalau satu pihak sedang lelah maka jangan memaksakan kehendak. Misal suami saya lelah, saya ngebet ngajak jalan-jalan. Jatuhnya malah nggak enjoy, satunya nggak enak, satunya manyun. Semoga sih saya tidak demikian, atau kalau demikian pun suami saya mengerti hihi.

Buat para pejuang LDR/LDM tetap semangat ya. Semoga akan ada rasa manis, ketika LDR/LDM sementara waktu ini kurang 'gurih' rasanya. Semua tidak akan terasa, jika kita menikmatinya. Ibarat makan indomie, makannya dikit-dikit sampai kuahnya tandas. Apa sih gueh? Ah sudah, happy Friday night.

Semarang, 06-10-2017.

Minggu, 13 Agustus 2017

Menghalau keinginan berbelanja produk diskon dengan 4 hal ini

Stok mi instan saya tiba-tiba menumpuk teman, bukan karena tanggal tua kemarin ya. Tapi karena pak suami kalap membelinya. "Di minimarket sedang ada promo bu, beli 5 pcs dapet sekian ribu." begitu katanya ketika sampai rumah. Padahal ya kalau dihitung-hitung diskonnya hanya 300 rupiah per pcs. Hihi, tapi yasudah karena sudah terlanjut juga. Mau nggak mau saya harus masak bukan?

Sebagai emak rempong, saya cek expired date dari makanan berbumbu 'ajaib' tersebut satu per satu. Gimana nggak ajaib? Bumbu sedulit, rasa selangit =D. Alhamdulillah ternyata ada yang dua bulan lagi expired. Jeng-jeng, putar otak. Fix, saya kudu googling biar 'mood booster' ini bisa dinikmati dengan lebih 'manusiawi'. Nggak boleh keseringan sih sebetulnya, cukup sepekan sekali atau kalau pas pengen banget.

Nah by the way soal diskon, ada jugakah teman yang suka kalap dengan diskon? Saya juga lho *ketawa miris*. Eh tapi rasanya  sekarang saya lebih banyak berfikir panjang jika ada diskon. Salah satu alasan saya mungkin karena saya harus berhemat, mengingat saya belum bisa menghasilkan 'receh' sendiri. Semoga kelak ketika Allah ijinkan saya bisa menghasilkan pun, perlakuan saya pun terhadap uang tak jauh beda ya.

Be a wiser :), just think "duit gue terbatas , apa yang gue pengen nggak ada batasnya." Setuju? :) Nah beberapa hal ini sekarang jadi acuan saya jika ada diskon besar di super/minimarket. Yuk simak ya, siapa tau ada hal bermanfaat disini :

1. Asas manfaat
Yup, mengacu pada case diatas sebetulnya mie instan itu berfaedah ngga sih? Oh banget, apalagi kalau kepepet ya. But yang musti diinget juga adalah itu makanan, ada tanggal kadaluarsanya dan kurang sehat. So, kalau ada diskon makanan yang sepertinya terlalu sayang dilewatkan adalah diskon buah-buahan. Hehe...betul betul? Yang nggak setuju boleh menyingkir =D

2. Expired Date
Ada apa dengan expired date?penting sekali lho ini temans, apalagi kalau makanan dan produk perawatan yang langsung berkenaan dengan tubuh. Contoh : shampo, sabun, lotion dkk. Salah-salah ketika kita menumpuk yang masih ada justru nggak keburu buat menghabiskan produk kosmetik (misalnya) yang sudah terlanjur kita beli karena satu kata ajaib, DISKON.

3. Produk Subtitusi
Yeah, saya termasuk seorang evangelist costumer wkwkwk. Apalagi soal detergen misalnya, kudu merk itu. Jadi kalau pun ada diskon segambreng tetapi hanya produk subtitusi produk yang saya cintai itu, saya memilih untuk say goodbye. Kalau kalian gimana temans?

4. Keterdesakan
Ceileh bahasanya coy. Iyap, butuh ; lumayan butuh ; atau sangat butuh. Jadi semacam pengkategorian daily need berdasarkan waktu. Saya termasuk yang sangat happy ketika ada sale diapers dan toilet ball, bisa saya simpan dan selalu terpakai.

Hm, target menulis jauh meleset dan melenceng dari target. Semoga ada angin segar menerpa wajah saya untuk kembali menorehkan curhatan bermutu. See you on next post.

Purwokerto, 13-08-2017.

Sabtu, 22 Juli 2017

Tak memakai make up? Jangan lupakan 4 hal ini ya :)

Hai girls, pernahkah kalian ngerasa nggak pede karena nggak pakai make up? Pasti pernah donk. Unch-unch mari kita berhigh five dulu deh. Kalau saya pas jalan mah pede-pede aja, giliran liat hasil 'jepret asyik' nggak sesuai ekspektasi barulah nyadar. Kemana aura cantik saya? Kok nggak memancar? Bahkan memudar*xixi plis jangan muntah ya =D* Kalau kalian gimana?

Oke-oke, kenapa sih saya cukup pede tanpa make up? Wajah nggak cakep-cakep amat, malas make up pula. Ih, apa kata suami? Nah ini poin penting banget. Kata suami saya justru saya sangat 'mengundang tawa' kalau bermake up. Jadi saya tak terlalu ambil pusing soal ini. Mungkin belum menemukan warna dan gaya make up yang saya banget kali ya. Jadi it's no problemo.

Pengen nggak sih sesekali kece pakai make up walau tipis biar makin manis? Pengen banget lah. Tapi bukan sekarang saatnya. Pengennya sih saya les make up dulu, biar jatuhnya nggak bikin suami terkekeh pas saya praktek. Ayo pak suami, Bayarin! Modal dikit nape! *siap-siap dibalang bakwan*

Salah satu alasan saya menunda pembelian make up adalah karena saya sadar saya belum suka hal itu. Em, paket seserahan make up dari jaman 2015 bahkan jatuh expired begitu saja di tahun ini. Ngenes nggak? Banget lah! Masih tersegel pula! Tahu gitu mah mending saya kasih ke orang ya. Biar jadi amal jariyah saya. Tapi yasudah, toh nasi sudah jadi kerak gosong tak bisa lagi diselamatkan.

Oke, kenapa sih saya nyaman gitu aja walau tanpa make up? Pasti ada alasannya donk. Yup, ada empat item standar kecantikan ala kadarnya menurut saya. Dan nggak boleh terlewatkan. Why? Karena ini bukan make up, tapi produk perawatan. Saya lebih suka merawa daripada memoles atau menambah alias make up. Selain nggak ribet, juga memberikan efek jangka panjang. Apa aja sih empat item itu? Simak ya :)

1. Deodoran
Sejak kuliah saya memutuskan untuk memakai deodoran. Mengapa? karena kala itu saya merasa kurang nyaman dengan aroma alami yang saya hasilkan. Saya saja tak nyaman, bagaimana saya harus berdekatan dengan banyak teman? Jadi saya memutuskan deodoran adalah alat perang pertawa yang wajib saya miliki.

2. Lotion
Memakai hijab lantas enggan memakai lotion? Hal itu tak berlaku buat saya. Sekali pun kulit bersih karena tak terpapar langsung oleh sinar matahari, kulit saya menjadi kering dan kurang sehat. Jadi sekali pun hanya di rumah dan tak bepergian lotion cukup sering saya gunakan sehabis mandi.

3. Krim Wajah/Pelembab
Fungsinya hampir sama dengan lotion, hanya saja ini untuk wajah. Dulu ketika saya SMA, karena tak memiliki cukup uang, saya memakai lotion sekaligus untuk krim wajah. Hihi, please don't try at home. Alhamdulillah sekarang saya bisa membeli krim (siang dan malam), tinggal rajin atau nggak nih. Tidak harus mahal kok, yang penting aman dan cocok.

Sharing saja ya saya pernah melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan yang cukup ternama. Hal itu saya lakukan karena tuntutan pekerjaan dan hasutan teman =D. Hasilnya memang saya akui, cukup berbeda ; wajah saya menjadi lebih glowing. Tetapi kelemahannya adalah ketika saya terlambat konsultasi, dan membeli perlengkapan kecantikan di klinik tersebut, wajah saya menjadi lebih 'menuntut' dari sebelum saya melakukan perawatan.

Puncaknya adalah ketika saya memutuskan untuk berhenti melakukan perawatan. Kurang lebih sebulan wajah mulai bruntusan kecil, rasanya pedih dan gatal. Saya berpositif thinking bahwa itu proses detoksifikasi obat. Alhamdulillah, semenjak saat itu saya tidak lagi memakai skin care yang di keluarkan oleh klinik tertentu. Saya cukup puas dengan produk perawatan yang di jual bebas di pasaran. Mungkin tidak se-instan perawatan klinik, tetapi yang terpenting dompet dan kulit saya nyaman.

4. Lip Balm/ Lip Gloss
Berfungsi melembabkan kulit bibir yang notabene lebih sensitif dari area sekitar. Hehe, melihat sekarang teman-teman pada ngehits karena lipstick. Saya cukup puas dengan lip balm. Mungkin karena belum menemukan yang cocok, dari segiwarna dan merk. So, biarkan saya tetap jadi emak yang kurang warna dan cetar. Mempertahankan orisinalitas, asal kulit bibir terawat. Saya senang, suami tak menahan ledakan tawa.

Demikian teman-teman sharing saya kali ini. Bagaimana dengan keseharian kalian? Amunisi apa hayo yang tak boleh kalian siapkan sebelum ke medan perang? Silakan share ya :)

Minggu, 18 Juni 2017

Tips Hemat Dalam Mengelola Pengeluaran Belanja Makanan Di Bulan Ramdhan

Sebagai seorang manajer keuangan sekaligus koki di rumah tentu saja seorang ibu harus hemat dan bijak dalam mengelola keuangan. Ramadhan adalah momen yang jika kita tela'ah lebih jauh seharusnya menjadikan kita lebih bijak (baca : hemat) dalam berbelanja makanan karena jelas intensitas makan kita yang semula bisa 3 atau 4 kali sehari menjadi 2 atau 3 kali sehari saja. Yuk kita ingat, apa yang langsung kita serbu ketika berbuka puasa? Iya, dengan segelas air putih saja rasanya stamina kita yang sempat loyo langsung segar kembali hanya dengan segelas air putih. Lalu sebetulnya lebih lapar mana dengan riwayat kita berbelanja makanan yang tak cukup satu jenis hanya untuk takjil? mata atau perut kita? Let's check. Berikut tips yang saya praktekkan di rumah di Ramadhan kali ini :

1. Membuat Menu Harian Selama Satu Pekan

Membuat menu harian akan menjadi dasar dalam membuat list to buy yang tentu saja akan sangat membantu kita agar tidak berlama-lama ketika berbelanja. Menu harian favorit saya adalah makanan awet (dalam arti bisa saya simpan di kulkas hingga 1-2hari) yang bisa saya hangatkan kembali/goreng. Contohnya : Semur, bacem, ungkep. Karena kurang menyukai frozen food ketiga menu diatas merupakan favorit wajib bagi saya. Jika tak sempat memasak sayur (sop, bening, asem dll) maka saya akan memilih timun atau sayuran segar lain sebagai teman makan ketiga menu tersebut. Jika bosan dengan lalapan maka saya akan merebus sayuran dan membuat sambal sebagai teman makannya. Mudah, simpel dan cepat bukan?

2. Membuat List To Buy

Karena kita sudah memiliki menu harian sebagai dasar pembuatan list to buy tentu akan lebih mudah dalam mengambil bahan-bahan makanan yang kita butuhkan selama sepekan bukan? Misal kita akan berbelanja di pasar maka kita tinggal mendatangi satu penjual sayur yang sudah lengkap dengan segala dagangannya. Lalu dilanjutkan berburu daging, ayam, tempe atau ikan di tempat lain. Hilang sudah judgment terhadap ibu-ibu yang hobinya 'thawaf' di pasar ketika berbelanja. Ramadhan saat yang tepat menghemat energi dengan tidak membuang banyak waktu di satu tempat.

3. Mengganti Konsumsi Kudapan Manis Dengan Buah.

Konsumsi gula berlebihan ketika sahur dan buka justru akan membuat kita cepat merasa haus tak berkesudahan. Hidangan wajib kala bulan Ramadhan tiba adalah kolak, es buah, teh manis atau yang sering kita sebut "berbukalah dengan yang manis" dan kebanyakan dari itu semua adalah makanan dengan kadar gula cukup tinggi. Fruktosa dalam buah saya rasa lebih aman untuk dikonsumsi selama jarak kurang lebih 30hari selama Ramadhan. Buah kurma adalah buah favorit yang menjadipilihan takjil andalan. Selain buah kurma, saya juga membeli buah musiman yang harganya ekonomis seperti pisang, pepaya dan jeruk. Pilih saja salah satu buah musiman yang sedang banyak ditemui di daerahmu, dijamin kantong tak akan jebol.

Selamat menuntaskan ibadah Ramadhan. Semoga 3 tips diatas bermanfaat.

Kamis, 18 Mei 2017

TIPS BERPUASA DI SAAT HAMIL TUA

Hallo teman-teman nggak berasa ya Ramadhan sebentar lagi datang, Jadi inget tahun lalu perut masih menggendut dan tinggal nunggu HPL aja. Akhirnya purnalah tugas saya sebagai bumil pada 12 Juli 2016, yap hampir setahun lalu. Alhamdulillah setelah saya bertanya kesana kemari seputar tips menjalani Ramadhan pada saat hamil tua, bersama baby D sama me-mumtazkan puasa Ramadhan tahun lalu dengan gilang gemilang. Semoga tahun ini juga berlaku demikian aamiin. Sekedar berbagi tips siapa tahu ada yang membutuhkan. Let's check :

1. Minum susu untuk ibu hamil
Jujur saya eneg sekali pas trisemester awal masa kehamilan saya *wajar kok*, apalagi yang namanya minum susu. Duh, rasanya kok plain-plain gimana gitu. Udah gitu hidung saya mencium baunya kok ngerasa apek. Nah, tapi ini sangat penting sekali dan disarankan oleh bidan dan dokter  karena sekalipun berpuasa janin di dalam perut tetap menuntut untuk makan pada waktunya. Dan pada trisemester ini berat badan bayi sangatlah signifikan kenaikannya dan menentukan kira-kira akan lahir dengan berat berapa bayi kita?

2. Konsumsi Kurma atau Sari Kurma
Selain sunnah Rasul, mengkonsumsi kurma juga baik untuk merechrage stamina kita yang seharian sudah 'loyo'. Saya juga tadinya nggak terlalu suka, tapi sekarang jadi lumayan suka. Ini makanan kaya manfaat rasanya manis, dan konon bisa membantu menambah stamina pada saat melahirkan.

3. Mengatur (kembali) pola makan
Kondisi ibu hamil beda-beda ya teman, saya termasuk yang sedikit 'tangguh' dan doyan makan pada saat hamil. Jadi saya tetap makan 3-4 kali sehari yaitu pada jam buka, sahur di tambah lagi setelah saya tarawih di malam hari kira-kira pukul 22.00

4. Konsumsi buah
Untuk cemilan disarankan lebih banyak konsumi buat ya teman-teman karena manisnya buah (fruktosa) lebih alami daripada pemanis apa pun sehingga lebih minim dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Dan berdasarkan sharing dari beberapa teman pada trisemester akhir ini berpotensi naiknya berat badan secara drastis. Jadi kalau mau sedikit cheating nunggu si debay 'launching' dulu. Demi siapa?demi kesehatan bersama.

5. Mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari
Bukan rahasia umum lagi ya kalo emak-emak memilih menjadi 'kelelawar' demi siangnya bisa rada selonjoran. Beberapa perempuan mengaku agak susah tidur ketika hamil tua saya juga demikian. Jadi agar tidak terlalu capek pada siang hari dan menghindari dehidrasi saya pun melakukan pekerjaan rumah di malam hari. Bonus siang bisa istirahat, dan bonus malam kalau lapar masih bisa ngembat hihi.

Semoga bermanfaat ya teman-teman. Selamat berpuasa semuanya...

Senin, 15 Mei 2017

TIPS (BERKENDARA RODA DUA) BERSAMA BALITA

Huha...
Exhale Inhale...Bismillah. Kemarin sobib saya sempet nanya soal ini nih "Kak, pernah ngga bawa mas dzakir(baby D) jalan-jalan naik motor?". Saya jawab "Pernah, tapi ngga sering dek." But ada embel-embel yang belum kelar. Saya sering bawa dia keluar kalau memang ada keperluan (seperti : imunisasi atau urusan-urusan yang mengharuskan saya harus pergi dan tidak bisa diwakilkan - lebay). Imunisasi sih sebentar yah, klaim BPJS donk yang ekstrim :-D dari habis subuh cyn harus ambil nomor urut antrian musti bolak-balik dan belum clear sampai sekarang #plisdeh.Kalau sayabtidak keliru, paling muda dzakir saya bawa pergi naik motor adalah ketika saya kira dia kelelahan habis 'launching' jadi waktu itu belum usia 30hari saya ajak dia mencari alamat jasa pijat bayi. Rasanya gimana? Yah, gimana jahitan sih masih sakit, gitu deh pokoknya. Tapi alhamdulillah it's well done :-)

Membawa bayi bepergian memang ribet, duh-duh kalau mau pergi bentar aja tetek bengeknya ngalahin emaknya yang dulu ngga pernah kelupaan pakai eye liner. Sekarang? Cukup bb cream tipis-tipis dioles sambil mondar-mandir. Balik lagi ya ke topik diatas ya karena saya merasa cukup perlu mengisi blog ini dengan tulisan bermanfaat kali ini saya mau berbagi tips berkendara (roda dua) bersama baby. Semoga bermanfaat  ya teman-teman ^^

1. Bawa barang seperlunya dan masukkan kedalam 1 ransel besar yang bisa digendong di depan oleh si ayah atau ditaroh dibawah (jika menggunakan) SPM matic. Jika si ibu ingin membawa tas, cukup bawa HPO/tas mungil saja yang bisa dimasukkan ke dalam ransel. Jadi si ibu konsentrasi memangku atau menggendong si bayi.

2. Pastikan bayi dalam kondisi hangat. Kalau masih terlalu takut karena masih terlalu kecil(ini saya banget) boleh bantu bagian dada hingga kaki dibedong : ngga perlu terlalu kencang. Pakaikan baju yang menyerap keringat. Gunakan topi jika dirasa perlu (baby D tipikal suka -kemringet-) jadi saya ngga tega dia kepanasan walau mbahnya teriak-teriak suruh makaiin topi #sayangmbahdehpokoknya. Gunakan juga selimut bayi yang nyaman dan tidak terlalu tebal apalagi jika itu siang hari.

3. Pastikan cuaca mendukung. Haha ngga perlu tanya pawang hujan kali ya, pakai saja jurus kira2. Bisa kan?bisalah in syaa Alloh sambil baca bismillah sepanjang jalan. Dan tentu saja mantel tetap harus ada dalam jok motor. Bukan apa-apa ya kalau memang butuh saya juga beberapa kali memesan taksi waktu itu karena memang belum ada kendaraan yang lebih memadai di rumah kami. Pernah kena hujan di jalan?pernah, dan saya tetap terjang. Hihi, pokoknya diukur aja deh kira2 masih jauh atau ngga atau hujannya deras sekali atau ngga. Atau mantelnya memadai atau ngga.

4. Si ibu jangan pakai baju yang ribet. Huhuhu, saya dari dulu suka yang simpel2 apalagi urusan khimar/kerudung. Kalau lagi ngga 'kumat' aja yang riweh2 mah. Seterusnya lebih nyaman pake yang slup dan bahan kaos dan sejenisnya :-D

5. Lindungi bayi dari terpaan angin langsung dari depan. Jadi posisikan senyaman mungkin, dan 'umpetin' bayinya ditengah (antara ayah dan ibu). Boleh digendong boleh dipangku. Tapi kalau saya prefer di gendong karena ada bala bantuan menyangga beban.

6. No Ngebut :-). Si ayah baby D ini tipikal rada suka bikin was-was, apalagi kalau ngantuk dih ngga peduli gapura perumahan  segede apa pernah mau ditabrak posisi saya masih hamil tua sepulang beli ember perlengkapan bayi. Jadi saya musti rada sedikit cerewet kalau pergi bertiga. Surat-menyurat lengkap, cek kelengkapan standar (posisi spion, bensin, ban, dan lampu). Yuk cap cus :-D

Kurang lebih demikian ya teman-teman yang bisa saya bagikan kali ini. Jika ada salah mohon dimaakan ya :*

Kamis, 29 Oktober 2015

TIPS MERAWAT PERHIASAN EMAS

Ya, ya, ya aku bahagia diriku kini tak lagi sendiri *megangin pipi gara-gara gusi yang bengkak, lekas sembuh ya sayang, elus-elus lembut*. Kali ini saya akan bagi-bagi tips hasil dari membaca buku karya Rizem Aizid yang judulnya "Muntah Uang dengan Inves Logam-Logam Mulia (Emas, Perak, dan Permata)". Siapa sih yang nggak punya emas?Kayanya sih rata-rata walaupun perempuan tidak (belum) suka memakai emas pasti punya deh ya yang namanya perhiasan satu ini. Bahkan sekarang pada lomba-lomba buat bisa beli emas batangan. Kalau kamu gimana?Yuk, mulai mikir jangka panjang. Emas selain bisa dijadikan perhiasan dan investasi, harganya juga sangat stabil lho. Makin naik, jarang turun dan turun pun tidak akan jauh dari harga awal pada saat kita membelinya. Begini yah tips membersihkan  emas (perhiasan) yang saya kutip dari buku yang sudah saya sebutkan diatas:

1. Sebelum membersihkan emas, persiapkan dulu alat dan bahan yang akan kita gunakan untuk membersihkannya. Bahan : sabun bayi, sikat lembut, kain lembut, dan dua mangkuk air hangat. Caranya adalah sebagai berikut : Tuangkan beberapa tetes sabun bayi kedalam satu mangkuk air hangat yang sudah kita siapkan tadi, aduk hingga merata. Kemudian rendam perhiasan yang akan kita bersihkan di dalam cairan ini selama kurang lebih 10 menit.

2. Setelah itu, untuk menyingkirkan kotoran yang menempel/menyangkut di sela-sela perhiasan sikatlah dengan sikat berbulu lembut. Lakukan hingga ke detail perhiasan, pastikan bahwa tidak ada lagi kotoran yang tertinggal dan menyangkut di sana.

3. Selanjutnya, celupkan emas pada mangkuk kedua yang sudah kita isi air hangat tadi. Lakukan beberapa kali sehingga tidak ada lagi kotoran dan sisa sabun yang menempel.

4. Pastikan bahwa emas yang sudah kita cuci benar-benar telah bersih, kemudian keringkan dengan kain berbahan lembut dan angin-anginkan. Setelah emas benar-benar kering, pasti emas akan lebih bersinar.

Pada dasarnya kita sering salah kaprah dengan hanya mendengar dari orang-orang terdahulu saja mengenai bagaimana cara merawat atau membersihkan perhiasan kita. Dengan begitu dikhawatirkan kita justru mengikuti cara yang salah dan berujung pada kerusakan kondisi perhiasan emas kita. Bagaimana sih cara merawat emas yang baik dan benar?

DO :)

1. Sekalah perhiasan emas kita sesering mungkin. Gunakan lap lembut (berbahan katun) dan bahan abrasif, seperti autosol yang banyak dijual di supermarket atau bengkel. Dalam hal ini bisa juga menggunakan kapas, jika kita tidak kesulitan dalam menggosok perhiasan kita.

2. Untuk penyimpanan, perhiasan emas kita sebaiknya disimpan pada tas kain sebelum dimasukkan kedalam lemari atau tas yang berbahan dasar kulit. Untuk lebih menjaga kadar emas kita, gunakan pula silica gel yang bisa kita beli di supermarket. Tempat lain yang direkomendasikan untuk menyimpan perhiasan emas kita antara lain : kotak kertas, plastik dan logam.

3. Jika perhiasan emas kita sudah mengalami banyak goresan, dan kita tidak keberatan jika perhiasan emas kita mengalami penyusutan. Maka kita bisa meminta tukang servis emas untuk melakukan pengamplasan terhadap perhiasan emas kita. Gunakan amplas nomor 1000, dan diikuti dengan nomor 2000. Bila dirasa sudah cukup halus, bersihkan dengan cairan autosol agar perhiasan emas kita lebih cemerlang. Jika warna belum begitu cemerlang artinya proses pengamplasan masih belum sempurna. Nah, cara inilah yang sering kita kenal dengan sebutan Polishing. Cara ini tidak berlaku untuk perhiasan yang bersifat sepuhan karena bisa menyebabkan lapisan sepuh hilang.

4. Jika terdapat detail seperti permata pada perhiasan kita. Maka cara membersihkannya pun sama, dengan digosok dan dibilas berulang hingga permatanya kembali berkilau. Namun, menggosok permata akan memakan waktu lebih lama dan itu  tergantung pada tingkat keburaman serta jenis permatanya. Fyi, jika kita membersihkan diamond cara tersebut tidak berlaku karena diamond dikenal sebagai permata paling keras di dunia. Jadi pergilah saja ke tempat dimana kita membelinya, agar diamond kita tidak mengamali kerusakan.

DON'T :(

Berikut saya cantumkan pula  salah kaprah yang sering dan umum dilakukan ketika kita bermaksud membersihkan perhiasan emas kita. Cara apa saja sih yang sudah dianggap lazim itu?

1. Merebus perhiasan emas. Bagi yang sudah mengerti ilmunya cara ini boleh saja diterapkan, akan tetapi kita yang masih awam sebaiknya menghindari cara ini karena ada jenis perhiasan emasn yang dihiasi batu permata yang tidak tahan dengan suhu panas yang justru akan menyebabkan warna batu permata menjadi pudar dan tidak cemerlang.

2. Perebusan yang sering dilakukan dengan panci berbahan aluminium bisa menyebabkan timbulnya warna hitam (oxid). Jika ingin menghilangkan warna hitam ini, tambahkan sedikit garam pada saat kita merebusnya (sekali lagi, berlaku bagi yang sudah mengerti ilmunya ya).

3. Tidak melakukan perebusan dengan menggunakan asam (jika perhiasan kita dilengkapi dengan permata). Asam ternyata juga bersifat abrasif dan menyebabkan berkurangnya kilau permata atau justru memburamkannya.Ini dapt terjadi jika batu permata yang kita miliki bersifat soft  (batu amber contohnya). Hati-hati juga pada permata imitasi, jika dibersihkan dengan cara ini makan bisa terjadi perubahan warna akibat dari inclusion (semacam partikel yang berada dalam satu batu permata yang bisa menjadikannya berubah warna).

Sekian, semoga bermanfaat tips kali ini. Keep blogging everywhere. Semangat!!!