Rabu, 10 Februari 2016

OPINI : MAKNA SUKSES

Assalamu'alaikum shalihat, semangat pagi ya dimana pun dan apa pun aktivitas kita. Semoga bukan sekedar rutinitas saja, semoga kita selalu ingat untuk menyisipkan niat baik dalam setiap pekerjaan kita. Hawa yang dingin karena sisa hujan bulan Januari masih 'menularkan' semangat mengucurnya hingga Februari. Semoga semangat kita juga selalu mengucur deras, tak mengapa pasang surut, tak mengapa jatuh asal kita terus mencari tau cara untuk bangun. Aamiin ^^

Terlepas dari pekerjaan saya sebagai seorang bankir yang itu artinya saya lepas dari target perusahaan sempat membuat saya seperti orang yang tidak memiliki daya saing dan daya juang lho *curhat*, but sekarang saya nggak bisa seperti itu lagi karena saya sedang berjuang untuk meraih target penjualan pada Online Shop yang saat ini saya kelola. Karena apa?untuk menjadi seorang reseller dan dropshiper bahkan agen di sebuah kota banyak sekali syarat yang harus dipenuhi lho. Mulai dari pendaftaran, pembelian minimal di awal dan omset setiap bulan, belum lagi harus terus berjuang agar omset tetap stabil agar hak keagenan tidak hilang. Lalu apa bedanya dengan ketika bekerja dengan perusahaan?Mungkin hampir sama, tetapi kali ini saya harus berjuang demi target pribadi saya. Yuk Semangat selalu huhuhu...

Saya sekarang sedang 'menggilai' buku-bukunya Ayah Edy, banyak sekali alasannya. Penasaran?boleh pinjam buku saya kok asal ongkir pas balikkin mau teman-teman tanggung. Sangat mendidik dan mudah dipahami menurut saya. Ilmiah tetapi insyaAllah bisa dibaca oleh semua kalangan kok. Nah saya menemukan sebuah kutipan yang terus-menerus membuat saya berkali-kali berpikir (terus menerus pakai berkali-kali pula...hihi). Ini dia bunyi kutipannya :

"Seringkali SUKSES diidentikkan dengan profesi-profesi yang dianggap bisa menghasilkan banyak uang dan hidup berkecukupan secara MATERI." - Ayah Edy


Bener nggak sih kutipan diatas?kalau menurut saya bener pakai banget, yang nggak sependapat nggak apa-apa kok #justopini. Nah coba saja tanyakan kepada anak-anak kecil (TK, SD kelas 1-3) tentang apa cita-cita mereka?Pasti jawaban mereka adalah Pilot, Presiden, Dokter, Polisi, Guru dan posisi 'mentereng' lain yang sering mereka temukan pada buku bergambar yang pernah mereka baca. Memang tidak semua beralasan karena materi, tapi saya yakin itu lebih kepada prestisius-nya sebuah profesi yang mereka impikan. Sedikit saja yang bercita-cita menjadi (dokter misalnya) dengan tujuan luhur untuk membantu sesama dan menggratiskan biaya berobat misalnya. Pun sama halnya dengan guru, banyak dari mereka bercita-cita menjadi guru karena melihat sosok guru mereka, belum terbersit apa sih yang harus guru lakukan agar melahirkan generasi unggul dan semacamnya. Tidak masalah, karena itu adalah pemikiran anak-anak. Lalu bagaimana dengan kita?wahai (calon) orang tua dan orang tua?apakah sama pemikiran kita sesederhana mereka?atau justru hanya MATERI (belaka) yang menjadi orientasi kita untuk mendorong anak cucu kita menyandang sebuah profesi sesuai kutipan di atas. Na'udzubillah, semoga tidak.

Belajar dari ini semua apa sih sebetulnya yang salah dengan pendidikan dan pola pikir bangsa kita? Yuk mari sama-sama belajar. Tidak semua yang orangtua, guru, dan tayangan televisi ajarkan itu salah. Pun tidak semua harus kita turunkan kepada anak cucu kita karena ketidaktahuan yang disebabkan oleh keengganan kita belajar. Mari ajarkan kepada anak cucu kita (kelak) agar mereka bersikap kooperatif. Apa sih maksudnya?Jangan lantas marah ketika anak cucu kita kelak 'membantah' atas perintah kita. Mungkin mereka hanya ingin melanjutkan pertanyaan ke jenjang berikutnya, yaitu kenapa  mereka harus melakukan ini?lalu mengevaluasinya dan jika memang mereka yakin itu benar mereka akan sangat dengan bersemangat melakukan perintah kita. Patuh itu baik, tetapi kooperatif itu luar biasa.

Nah kembali ke makna SUKSES diatas, perbedaan yang mencolok antara pendidikan di Indonesia dan di luar negeri adalah tentang penerjemahan kata SUKSES itu sendiri. Masih menurut Ayah Edy bahwa pendidikan di Indonesia mengejawentahkan SUKSES sebagai suatu hasil yang diwujudkan dengan materi. Sedangkan di luar negeri para orang tua dan guru mengartikan SUKSES sebagai jalan untuk menggapai materi. Permisalahannya adalah "jadilah dokter agar menjadi kaya."(versi Indonesia), "jadilah tenaga ahli (pakar) di bidang kesehatan agar dengan sendirinya materi itu menghampirimu". Terlihat serupa ya tapi silakan cermati baik-baik. Sekian dari saya, mohon maat atas segala kekurangan. Keep writing, stay blogging. Wassalamu'alaikum.



Selasa, 09 Februari 2016

CATATAN : SYARAT MENJADI COSTUMER SERVICE (CS)

Assalamu'alaikum sahabat, tidur siang terlalu lama tenyata bisa membuat malam jadi terasa panjang karena kantuk tak kunjung menyapa. Oia, daripada bengong isenglah saya buka buku suami berjudul "Pemasaran Bank - Edisi Revisi" yang ditulis oleh Kasmir pada 2010, saya menemukan isi dari satu bab yang kiranya sangat bermanfaat (buat teman-teman yang berkeinginan menjadi CS). Sepertinya profesi atau job desk Costumer Service atau CS sering menjadi incaran bagi para job seeker khususnya wanita dan fresh graduate karena bermacam-macam alasan. Selain menjadi cover atau 'garda depan' dalam sebuah instistusi, CS juga sering melakukan pekerjaan sampingan yaitu marketing. Canggih bukan?. Nah apa saja sih syarat atau kriteria menjadi Costumer Service (CS) menurut Kasmir dalam bukunya? Simak ya :

1. Persyaratan Fisik
Seorang  CS harus memiliki ciri-ciri fisik yang menarik seperti tinggi yang ideal dengan berat badan, misalhnya seorang wanita minimal 160cm dan untuk laki-laki 165cm. Kemudian, harus memiliki wajah yang menarik dan menawan. Petugas CS juga harus memiliki jiwa yang sehat. Artinya seorang CS harus sehat secara jasmani dan rohaninya. Disamping itu, petugas harus memiliki penampilan yang menarik, badan, dan pakaian yang rapi dan bersih, serta mempunyai bdan yang seimbang antara berat dan tinggi.

2. Persyaratan Mental
CS harus memiliki perilaku yang baik seperti : sabar, ramah dan murah senyum. Hindarkan petugas CS yang mudah marah/emosi dan cepat putus asa. CS juga harus memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi, tidak minder, punya inisiatif, teliti, cermat, rajin, jujur, serius, hati-hati, dan bertanggungjawab. 

3. Persyaratan Kepribadian
Syarat lain, CS harus memiliki kepribadian yang baik seperti murah senyum, sopan, lemah lembut, simpatik, lincah, enerjik, menyenangkan, berjiwa bisnis, memiliki rasa humor, dan ingin maju. Dalam melayani nasabah kesan pertama yang mengesankan (first impression) perlu ditonjolkan. CS juga harus mampu mengendalikan diri (self control) seperti : tidak mudah marah, tidak terpancing untuk berbuat dan berkata kasar, tidak sabaran dan rasa tidak puas. Kemudian CS harus mampu mengendalikan gerak tubuh (gesture) yang mengesankan serta tidak terpancing untuk berbicara hal-hal yang bersifat negatif.

4. Persyaratan Sosial
CS harus memiliki jiwa sosial yang tinggi, bijaksana, memiliki budi pekerti luhur, pandai bergaul, pandai bicara, dan fleksibel. CS juga harus cepat menyesuaikan diri dan mudah bekerjasama dengan berbagai pihak.

Hanya ada empat syarat yang dikemukakan oleh Kasmir dalam bukunya. Nah ijinkan kali ini saya dengan segala keterbatasan saya menambahkan beberapa poin yang turut menyumbang andil untuk menjadi seorang CS :

5. Syarat Pendidikan
Biasanya di tiap institusi memiliki standar masing-masing dalam menentukan kriteria calon kandidat CS-nya. Tetapi lazimnya adalah berpendidikan sekurang-kurangnya D3 (Diploma 3) atau S1 (Sarjana). Selain itu CS juga harus menguasai bahasa asing. Bahasa yang sekarang ini sedang digencarkan adalah bahasa Inggris dan Mandarin, tentu saja setelah Bahasa Nasional Negara kita. Walaupun tidak menjadi syarat mutlak, tetapi akan sangat mendapat nilai tersendiri untuk 'mencuri hati' para interviewer institusi tersebut dalam merekrut karyawan baru.

6. Syarat Tambahan
Mungkin ini bisa dipelajari sambil jalan, tetapi syarat yang juga harus dipenuhi oleh seorang CS adalah mampu memahami materi dengan baik  yang nantinya akan berkaitan dengan Product Knowledge institusi tersebut. Karena CS pula yang nantinya akan langsung berhubungan dengan nasabah (dalam kasus ini adalah Perbankan) sehingga CS harus mampu menjelaskan teori yang sudah ia pelajari menjadi sesuatu yang mudah dipahami oleh nasabah.

7. Syarat Nilai
Nilai disini bukanlah nilai secara akademis, tetapi lebih kepada attitude seseorang yang siap melayani nasabah dengan segenap kelebihan yang ia miliki. Merasa diri Cantik? Menarik?Berpendidikan?Cerdas?namun juga harus memiliki jiwa 'pelayan'. Jika tidak tentu saja yang kita jumpai adalah sosok 'angker' yang justru membuat kita tidak nyaman berlama-lama berhadapan dengan sosok tersebut. Dan sudah menjadi jargon dimanapun bahwa sesuatu yang disampaikan dengan hati akan sampai ke hati pula bukan?

Dirimu merasa memenuhi kriteria diatas?jangan ragu untuk mencoba mendaftar ya. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman. Sekian, Keep witiring stay blogging. Wassalamu'alaikum.




Senin, 08 Februari 2016

OPINI : NOVEL VERSUS FILM ADAPTASI NOVEL

Assalamu'alaikum shalihat, yey kali ini saya sedang berusaha sekali menuntaskan untuk membaca novel saya yang masih bersegel (Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari dan Zahir - Paulo Coelho) hihihi...lumayan berat buat saya yang lebih mencintai teenlit daripada buku non fiksi yang sangat berbobot seperti ini :-D, but dua pekan ini saya berusaha keras sekali lho *percaya ya plis*. Ronggeng Dukuh Paruk sudah done, tinggal Zahir yang masih menanti untuk saya selesaikan. Kali ini saya belum berani untuk mereview kedua buku itu, sungguh :D, Semoga lain kali Allah mengilhami diri saya dengan secercah keberanian dan kecerdasan serta kebiasaan yang membuat saya terbiasa dengan kegiatan manis macam itu, Aamiin.

Saya ingin share tentang sebuah kutipan yang saya temukan pada buku Zahir karya penulis besar Paulo Coelho. Kutipan ini terdapat dalam paragraf dua halaman 160, begini bunyinya :

"... Sampai saat itu, setiap kali ada orang menyebut-nyebut kemungkinan memfilmkan buku-bukuku, jawabanku selalu, "Tidak, aku tidak tertarik." Aku percaya setiap pembaca menciptakan filmnya sendiri di dalam pikiran, memberi wajah pada tokoh-tokohnya, membuat setiap adegan, mendengar suara-suara, mencium baunya. Itu sebabnya, setiap kali seorang pembaca menonton film yang dibuat berdasarkan novel yang disukainya, dia kecewa dan berkata, "Bukunya jauh lebih bagus daripada filmnya."

Saya mengiyakan statement beliau dalam kutipan diatas. Beberapa kali saya pun mengalami hal itu (bahwa novelnya jauh lebih mengesankan daripada filmnya) Karena saya bukan pakar, saya hanya penikmat buku dan sesekali berusaha menikmati film maka ijinkan saya kali ini untuk menyampaikan opini pribadi saya mengenai beberapa alasan yang menjadikan tulisan lebih menarik daripada sebuah film. Simak ya :

1. Pemilihan Aktor/Aktris
Sering ya mendengar casting yang berkali-kali dilakukan oleh sutradara dan penulis novel, bahkan dilakukan di berbagai kota demi penggarapan sebuah film yang diadopsi dari sebuah novel. Tujuannya untuk apa?yap, tentu saja untuk mendapatkan kandidat terbaik guna memerankan peran (baik pemeran utama maupun figuran) dalam sebuah film yang diadopsi dari sebuah novel. Terkadang ada yang saya nilai terlalu cantik, kurang 'greng', dan entah kenapa saya menilai kurang pas dengan novelnya. Mungkin itu karena otak saya sudah terlanjur memiliki bayangan sendiri tentang bagaimana seharusnya sang aktris/aktor itu bermain. Seperti contohnya : pemeran Merry Riana dalam film Mimpi Sejuta Dollar yang saya rasa kurang luwes dalam memerankan tokoh tersebut.

2. Alur Cerita
Bisa dibayangkan ya novel yang kira-kira tebalnya 300-an halaman memiliki berapa ribu kata yang jelas saja menyita banyak energi sang penulis demi lahirnya sang 'mahakarya'. Pemilihan kata, kalimat, bahkan ungkapan sangatlah apik karena disampaikan dengan bahasa tulisan yang tertata sedemikian rupa sehingga sering saya sendiri merasa jatuh cinta kepada istilah atau ungkapan yang digunakan dalam sebuah novel. Nah bedanya dengan film adalah keterbatasan waktu atau durasi yang mengharuskan sang sutradara memotong adegan di sana sini sehingga sering detail kecil yang di tunggu-tunggu oleh penonton (yang sudah terlebih dahulu sudah membaca novelnya) justru tidak tersampaikan. Tentu saja detail tidak bisa disampaikan dalam sebuah film yang diadopsi dari sebuah novel, namun inti dari novel itu yang jelas akan menjadi 'pegangan' bagi sang sutradara. Seperti film Jendral Sudirman yang durasi aslinya adalah empat jam ditayangkan hanya dua jam saja. Nah berapa banyak adegan yang terpotong?bisa separuh detail ya ternyata.

3. Sponsor
Nah, ini mengacu pada tahun diterbitkannya novel dengan tahun dibuatnya sebuah film. Ini terjadi jika jarak antara penulisan novel dan pembuatan sebuah film terlalu jauh. Terkadang novel bersetting tahun sekian yang belum ada produk yang mensponsori pada saat film itu dibuat menyisipkan iklan sebuah produk pada tahun ketika film itu digarap. Contoh : Pada film Habibie Ainun yang disisipkan sebuah iklan produk pada saat jelas setting waktu di novel belum ada produk tersebut. Tetapi demi kepentingan banyak pihak, maka disisipkan lah sebuah iklan produk yang justru membuat kita merasa 'lucu' ketika melihatnya. Detail tidak penting bukan?tetapi tetap saja membuat kita jauh lebih menikmati novel ketimbang filmnya jika saja banyak iklan berseliweran nantinya.

4. Detail Penokohan
Saya menemukan ini pada film 99 Cahaya Di Langit Eropa. Ada seorang aktris yang berperan sebagai salah satu agen muslim di negara asing. Dalam sebuah scene aktris tersebut makan menggunakan tangan kiri (padahal dalam agama Islam kita dilarang menggunakan tangan kiri kecuali alasan syar'i) , entah disadari atau tidak adegan sekecil itu bisa mencederai sebuah film karena nilai ideologi yang seharusnya dipegang dengan baik tidak disampaikan dengan semestinya.Ya, sekali lagi bahwa menuangkan novel ke dalam sebuah film sepertinya lebih sulit daripada membuat film yang berdiri sendiri.

5. Pemilihan Setting Tempat
Mengacu pada film 30cm yang novelnya ditulis oleh Donny Dirgantara dan dalam syutingnya yang mungkin betul-betul dilakukan di gunung Bromo sih Asli ya?tetapi bagaimana jika gambaran yang diberikan dalam novel itu jauh lebih indah dari film yang diadopsi? atau bahkan setelah mengetahui melalui 'behind the scene'-nya itu adalah 'tipuan' kamera belaka?Ah, akan sangat mengecewakan bukan. Ada beberapa film yang membuat penonton kecewa karena itu lho, termasuk saya.

Tulisan ini murni pendapat saya pribadi. Semoga tidak menjadikan pihak mana pun merasa 'direndahkan' atau membuat saya tinggi hati. Sekian dari saya. Mohon maaf atas kesalahan saya pribadi yang awam ilmu dan minim pengetahuan mengenai film dan novel. Wassalamu'alaikum, keep writing stay blogging.



Jumat, 05 Februari 2016

CATATAN : KEUTAMAAN DZIKIR

Assalamu'alaikum shalihat, hari ini saya berencana pulang kampung (25-01-2016), kali ini saya memilih naik travel. Nah, travel yang saya pesan semalam sms bahwa pada jam yang saya pesan yaitu pukul 07.00 pagi tidak ada penumpang lain selain saya, sehingga jika saya mau maka saya harus mengikuti jadwal keberangkatan berikutnya yaitu pukul 02.00 siang. Yah, akhirnya saya memutuskan untuk meng-cancel booking travel saya dan beralih dengan kereta saja, tetapi saya ambil yang jam 11.00 siang karena saya semalam tidur terlalu larut dan takut nggak bisa bangun pagi kalau harus memaksa ikut yang jam 05.00 pagi (hihihi...malas boleh ya sesekali) :P

Disinilah saya sekarang tedampar di karpet berwarna hijau, aroma segar dan lampu hias yang terpasang indah  di langit-langit. Dimana kira-kira?ya, saya ada di rumah Allah. Jadi saya yang keras kepala ini kekeuh ikut berangkat ke stasiun pada saat suami saya berangkat kerja, jam berapa coba?eng ing eng jam 06.00 pagi yey! :D eleuh-eleuh gitu mbok ya ikut kereta yang jam 05.00 pagi aja, ah saya ingin sarapan pagi bersama suami saya jadi itulah salah satu alasan saya juga kenapa memilih untuk berangkat pada pukul 11.00 siang. Kami sarapan Gudeg Sinar, Bude di pasar pon Purwokerto #silakanceksendiri :P

Yap, karena saya masih lama jadi saya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar stasiun sambil mencari masjid yang agak dekat dengan area stasiun. Yap, 15 menit kira-kira saya berjalan akhirnya saya sampai di Masjid yang rapih, bersih, dan mukenanya sangat harum (Love It :*). Masjid Al-Arafah, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat #bolehdiceksendiri. Suka!!!, well selain itu saya juga melihat-lihat koleksi buku di rak buku yang ada di sisi kanan masjid dan saya menemukan buku Konsultasi Zikir (seri 2) bersama Ustadz H. M. Arifin Ilham yang diterbitkan oleh Tim Hidayah PT Variapop Group, pada 2010. 

Ada jawaban Ustadz mengenai apa saja keutamaan dzikir dan ini berdasarkan apa yang tertuang dalam Kitabullah yang menarik hati saya untuk saya tulis disini, agar bertambah tulisan dan agar menjadi pengingat saya ketika saya lupa dan siapa tahu bermanfaat buat teman-teman semua. Yuk simak :

1. Menentramkan hari (QS Ar-Ra'd : 28)
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."

2. Ciri muslim sejati (QS Al-Anfal : 2)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawwakal."

3. Mendapat ampunan dan ganjaran dari Allah yang tidak terhingga (QS Al-Ahzab : 35)
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuany yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

4. Diingat oleh Allah (QS Al-Baqarah:152)
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscahya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamju mnegingkari Nikmat-Ku.)

5. Merupakanb ciri ulul albab (QS Ali Imron : 190-191)
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih begantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal(190)Yaitu orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(191)"

6. Merupakan senjata taubat (QS A-A'raf:201)
"Sesungguhnya orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya."

7. Meraih keuntungan dan kesuksesan (QS Al-A'la:14-15 dan QS Al-Jumu'ah:10)
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (14) Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang."(15)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."(10)

Ah, seringkali saya berfikir bahwa ketika hati dan pikiran saya sedang keropos (kaya tulang tanpa anlene : asli bukan promosi) saya lagi-lagi mikir mungkin saya kurang piknik (plesir) tapi saya jarang berfikir bahwa saya kurang dzikir. Hihihi sudah mainstream ya kayanya :P, mari perbaiki diri, yuk mari kemari *ngajak plesir, ups*, belajar menggapai shaleha yang tidak ada ujungnya bersama-sama hingga ke surga masyaAllah. Wallahu'alam...jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Keep writing, stay blogging. Wassalamu'alaikum.

Note : Late post yang teramat late, but semoga nggak mengurangi manfaat buat diri saya pribadi.


Sabtu, 23 Januari 2016

CATATAN : BELAJAR DARI QUOTES IBNU MAS'UD

"Jadilah kalian sumber mata air ilmu, cahaya petunjuk yang menetap di rumah-rumah, pelita di waktu malam yang hatinya selalu baru, dan jadilah kalian orang-orang yang dikenal penduduk langit tetapi tesembunyi dari penduduk bumi."
(Ibnu Mas'ud)

Assalamu'alaikum shalihat, masyaAllah tidak tehitung berapa lama saya mendekam dalam kesunyian dan keasyik masyukkan dunia (halah lebay :P) sampai-sampai saya abai mengisi ini beranda yang sudah lama pengen saya coret-coret tapi tertahan oleh entah apa :D

Saya merasa 'adem tentrem'  baca quote yang kebetulan saya dapatkan dari salah satu grup yang saya ikuti. Bukan dari Qur'an pun bukan dari hadits. Tetapi saya rasa nggak ada salahnya saya menyimpan quote itu untuk menyemangati diri saya sendiri, bukan begitu?

Sumber  mata air ilmu?masyaAllah kaya apa coba. Dari setiap apa yang ia ucapkan, ia tuliskan semuanya bermanfaat. Entah nasihat, entah saran, entah hasil temuan...pengen ya jadi kaya begitu...but kapan?kayanya kucinya gampang deh, kurangi ngomong yang nggak bermanfaat. Jadi tiap kali kita ngomong itu bikin orang seneng gitu bawa'annya dan bermanfaat buat orang lain tentunya. Banyak baca, menambah wawasan. Rajin ke kajian, bisa online bisa offline. Tholabul 'ilmi ^^

Cahaya petunjuk?ah, berat yah bahasanya. Kalau kita belum bisa seengaknya sih lebih banyak mendekati yang maha memberi petunjuk berarti. Minta petunjuk, banyak meminta, banyak mencari tau. Apalagi tipe seperti saya yang banyak waktu luangnya, jangan sampai terlena (pure self reminder :-(). Isi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat, cayo semangat!!!

Cahaya malam yang hatinya selalu baru. Yup, saya pernah mendengar cerita tentang seorang sahabat entah siapa(maaf pisan tidak mencantumkan karena lupa) yang karena hal ini ia jadi masuk surga. Hati yang baru adalah hati yang selalu menghisab diri ketika mata akan beranjak tidur. Begitu kita membaca do'a, yang menjadi pengantar tidur adalah muhasabah diri dan berusaha mengikhlaskan semua apa yang mengganjal di hati atas apa yang telah orang lain lakukan kepada kita hari ini. Simpel ya kelihatannya?But sure, itu nggak sesimpel kelihatannya. Tapi nggak ada salahnya buat dicoba kan?

Terkenal sama penduduk langit, dan tersembunyi dari penduduk bumi. Bagaimana caranya?eng ing eng...kalau saya jawab (bukan ala pakar agama ya) kembali ke niat pribadi untuk setiap misi dan visi atas seluruh amal yang kita lakukan itu apa?What you relly want to be?What you relly want to do? Bukan berarti kita harus selalu ngumpet atas seluruh amalan kita ya. Asalkan jatuhnya bukan ingin pamer, atau berbangga diri dan merasa diri lebih baik dari orang lain. Na'udzubillah.

Sekian untuk pemanasan kali ini, kalau ada salah itu milik saya pribadi. Ini hanya penafsiran diri saya pribadi yang sedang giat-giatnya belajar untuk menjadi diri yang lebih baik. Talk less, do more. Keep writing, stay blogging. Wassalamu'alaikum.

Selasa, 05 Januari 2016

TIPS BERBELANJA BAJU (ONLINE) BUAT CEWEK

Assalamu'alaikum shalihat. Sehat kan ya?Alhamdulillah hari ini luar biasa! Kali ini aku akan bagi-bagi tips mengenai cara berbelanja baju secara online. Ini berdasarkan pengalaman pribadi aja sih karena beberapa kali berbelanja dan kurang sesuai. Kita-kita sekarang ini lagi gandrung banget kan ya kalau liat barang 'bagus' di dunia maya. Betul nggak sih?kalau aku iya. Entah di FB, DP BB teman, IG atau sosial media lain yang memungkinkan para pelaku pasar untuk menampilkan gambar, menyertakan detail dan juga harga tentunya. Apa aja sih tipsnya biar nggak 'keblongsok' atau tepat guna?Simak yuk :

1. Kenali betul bahan yang digunakan. Caranya gimana sih?nah, teman-teman pasti pegang smart phone satu-satu kan? Jika bahan tidak tercantum dalam detail produk, tanyakan dulu apa sih bahan dari baju itu kepada penjual? Lalu kita wajib browsing seperti apa sih karakter bahan itu. Masuk kedalam kategori apa sih bahan itu. Cocok atau tidak seperti yang sedang kita cari. Seperti misalnya jelas tercantum bahan jersey. Jersey adalah salah satu jenis bahan yang harus dihindari oleh orang berbadan berisi. Karena apa? Walaupun adem dan jatuh bisa dipastikan akan nyeplak dan nggak banget menurut saya. Apapun jenis jerseynya, premium sekalipun apalagi jika ukurannya terlalu mepet. Melar sih, tapi badan jadi terlihat lebih aduhai.

2. Kenali ukuran badan diri sendiri. Bagi teman-teman yang memiliki badan fit sih nggak masalah. Tetapi bagi kalian yang memiliki badan agak unik misalnya tinggi dapet isi nggak dapet alias tinggi lencir atau yang memiliki karakter unik lain jelas perlu tahu dengan pasti minimal berapa Lingkar Dada dan panjang Baju yang biasa kita pakai. Kalau sedang menjahit baju boleh dicatat ukurannya. Naik turun BB kita toh tidak terlalu fluktuatif bukan? Nah kalau  detail LD dan PB tidak dicantumkan dengan detail pasti aku hindari mengingat badanku masuk kategori berbadan ekstra. Pernah beli ukuran nggak jelas dan hanya tercantum Fit to L dan ya baju itu nggak jelas bentuknya di badanku. Intinya sih, biasanya penjual bilang baik-baiknya aja dan sering bilang muat padahal yang tau diri kita ya kita sendiri bukan orang lain apalagi kita tidak mencobanya secara langsung bukan? Bisa sih dipermak kalau kebesaran, lha kalau kekecilan kan sayang.

3. Jangan terkecoh oleh gambar model apalagi wajahnya. Please, jadilah pemakai dan pembeli yang bijak. Saya berkali-kali menemukan gambar-gambar selebgram yang dimanfaatkan oleh oknum pedagang yang ingin meningkatkan penjualan dengan cara demikian. Ingat, bukan ENDORSE ya. Jadi misal ada satu gambar selebgram di Endorse oleh OLshop X. Bahan baju itu jenis ceruty kulitas premium dan nampak sekali bagus ketika dipakai, harganya pun menyesuaikan. Kemudian ada orang yang berusaha memodifikasi dengan mengganti bahan lain (menjadi jersey), mengunggah ke sosial media tetapi menggunakan gambar yang sama dengan picture pada saat si selebgram tadi mengenakan baju berbahan ceruty premium tadi. Bagi kita yang 'melek' info sih bisa dihindari, lalu bagi mereka yang visualnya lebih cepat terpengaruh apa nggak ekspektasinya tinggi sekali?Sudah begitu harganya pasti jauh lebih murah. Pasti menggiurkan. Bayangkan, ini adalah salah satu pembodohan baru bukan? Hati-hati.

4. Pilihan warna. Pedagang yang baik biasanya akan memberikan keterangan selisih kecerahan warna pada tiap gambarnya. Jika kita ragu  maka mintalah si pedagang memfotokan ulang tanpa menggunakan efek apa pun sehingga hasilnya lebih kelihatan seperti apa sih aslinya.

Selamat berbelanja online, semoga sedikit membantu dalam mengatasi masalah dalam berbelanjamu. Sekian. Keep writing, stay blogging. Wassalamu'alaikum...

Jumat, 01 Januari 2016

PUBLIK FIGUR : ANGELINA FRANSISCA

Assalamu'alaikum shalihat ^^. Buka lembaran baru di tahun baru ya *pada ngomong begitu sih biasanya*. Oia, kalian apa kabar?Sudah menyiapkan resolusi di tahun 2016M ini kah? Semoga bukan cuma resolusi ya. Semoga resolusi itu juga kita wujudkan dengan visi, misi dan aksi.

Hari ini saya akan sedikit bercerita tentang seorang Mojang Priangan yang inspiratif sekali sosoknya. Dia adalah Angella Fransiska. Bukan Angelina ya but Angella, Angelina itu brand clothing yang sekarang ini sedang digandrungi dan itu memang kepunyaan Teh Angel. Begitu ia kerap disapa. Cantik, shaliha, dan inspiratif. Kita juga bisa ya insyaAlloh. Aamiin.
Siapa yang googling dan nemuin foto-foto bernama Angella Fransiska tanpa hijab?Cantik, putih, cute, imut bukan. Secara dia adalah mantan model. Dia juga berperan aktif di kampus atau sering kita sebut Miss Kampus tempat dimana dia  menamatkan pendidikan S1. Berarti pintar juga donk? Pastinya. Dia menuturkan sebetulnya juga ingin sekali menghapus foto-foto tanpa 'tutup' di dunia maya. Tetapi apa daya ia tidak bisa. Jadi semoga saja tidak disalahgunakan oleh para netizen.
Ternyata Teh Angel ini pernah pakai hijab lho pas dia kelas 5SD  karena memang basic Ibundanya memang tinggal di Pesantren. Dan mengerti ilmu agama. Kenapa dibuka kembali? Karena pada saat itu ia ikut Ayahnya untuk tinggal di Jerman sehingga Ayahnya memberikan hak penuh kepadanya untuk memakai hijab atau tidak. Ayahnya berprinsip asal anak perempuannya tidak merokok, tidak mabuk, dan tidak hamil di luar nikah tidak menjadi masalah besar.
Nah, sekembalinya Teh Angel ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah disini ia kembali dipantau oleh Ibundanya. Alasannya simpel bahwa perempuan wajib menutup aurat, karena lelaki akan lebih segan mendekati orang yang berhijab. Dan insyaAllah hanya lelaki yang baik yang akan mendekati  perempuan berhijab. Ia pun merasa tak nyaman karena setiap kali Ibundanya selalu menanyakan dimana posisinya, bersama siapa, dan sedang apa? Maklum kan lama ya pisah sama putrinya, jadi merasa belum terlambat untuk  memperbaiki karena Ibundanya berprinsip bawah sebelum Teh Angel menikah ia masih menjadi tanggung jawab penuh kedua orangtuanya.
Teh Angel memang memakai hijab pada saat tertentu, pada saat mengunjungi Ibundanya saja di pesantren misalnya. Masih terlibat hubungan lawan jenis, pacaran. Nah, apa sih yang membuat Teh Angel akhirnya berhijab? Iya, karena Ibundanya akan berhenti menanyakan ini itu jika ia sudah berhijab (pertama), menikah (kedua). Cukup berat kata Teh Angel waktu itu, apalagi ia kurang mendapat dukungan dari sang Ayah. Karena pikiran Ayahnya sederhana yang menyangkut norma di dalam masyararakat, belum menyentuh sisi agama.
Akhirnya Teh Angel memutuskan berhijab, dan mengajukan pacarnya sebagai calon suami. Karena memang saat itu belum ada yang calon lain yang dianggap potensial untuk menjadi suaminya. Nah, Ibundanya pun kembali mengajukan syarat. Bahwa calon suaminya adalah seseorang yang mengerti dan paham betul tentang Agama. Oleh karena calon suaminya termasuk awam, jadilah Ibundanya mengajukan syarat kedua yaitu calon suaminya harus menempuh pendidikan agama/nyantri/mondok di tempat Ibundanya dan langsung dibawah pengawasaanya selama satu tahun. Teknisnya bagaimana tentu saja ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan ya.
Calon suaminya memang betah, namun hanya enam bulan saja. Pupus sudah harapan sang Ibunda, apalagi Teh Angel sendiri. Dalam kegelisahan Teh Angel hanya fokus memperbaiki dirinya sendiri karena merasa ada sesuatu yang ia rasa ganjil jika semua ini didasarkan pada perintah Ibundanya saja. Pada bulan November 2013 ada seorang ikhwan yang datang langsung ke pesantren dan bermaksud mengkhitbah Teh Angel melalui Ibundanya. Bagaimana reaksi Teh Angel?ia jawab mau. But apa yang terjadi? Mendekati hari H ada seorang lelaki (dari dunia selebritis) juga yang menurut Teh Angel dia banget. Lalu diajaklah si lelaki itu ke pesantren sang Ibunda. Dan akhirnya batalah acara khitbah yang pertama karena Teh Angel sendiri yang membatalkan. Bagaimana tanggapan sang lelaki yang bermaksud mengkhitbah Teh Angel melalui Ibundanya?dia jawab "Tidak apa-apa Ummi, kalau memang Angel tidak mau jangan dipaksa. Saya akan tetap nyantri disini." MasyaAlloh.
Nah, setelah lewat beberapa bulan hingga tiba Februari 2014, teh angel ragu melihat bagaimana kehidupan selebritis hanya dilayar kaca saja (seperti itu), apalagi di dunia nyata. Ia justru tak mau kalau nantinya suaminya tidak memberikan ketentraman bagi kehidupannya. Datanglah kembali ia ke Ibundanya dan menanyakan apa lelaki yang kemarin masih tertarik dengannya? Dan ia bermaksud menyampaikan bahwa ia mau kembali dikhitbah. Dan sang lelaki memang belum menyerah. Gayung bersambut. Dua pekan selisih antara hari ditetapkan dan hari H-nya. Bagaimana kelanjutannya?

Lagi-lagi ada seorang lelaki dari dunia selebritis juga yang kembali mendekati Teh Angel. Dan ia tak lagi punya alasan untuk menolak. Dia sangat berpikir bagaimana caranya membatalkan khitbah itu. Dan akhirnya dia memutuskan meminta bantuan Ayahnya yang menurutnya saat itu juga menyukai sang laki-laki seleb itu. Ayahnya lalu membatalkan khitbah secara sepihak. Fyi, Ibunda dan Ayah kandung teh angel berpisah karena suatu alasan ya. Sehingga memang mereka hidup terpisah. Meradanglah keluarga si lelaki ini namun masyaAllah laki-laki itu tetap nyatri di tempat Ibunda teh Angel meskipun ia sudah dua kali ditolak. Sambutannya ringan saja "Kan saya sudah bilang Ummi, kalau memang Angel tidak mau jangan dipaksa." Sang Ibunda pun bingung karena bukan beliau yang memaksa tapi Teh angel sendiri yang meminta.
Mendekati Ramadhan 2014 Teh Angel meniatkan bahwa Ramadhan nanti ia akan manfaatkan sebaik-baiknya waktu untuk beribadah lebih khusyu' dan meminta petunjuk Allah. Ia belum juga merasa menemukan siapa calon suami yang menurutnya pas mendampinginya, bukan juga sang seleb. Karena pada akhirnya Teh Angel memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan sang seleb. Nah disinilah ia mulai gamang, dia datang ke Ibundanya dan mengadukan semua perasaanya. Dan dengan lembut Ibundanya menjawab "Jika Teteh pwndapat Ummi, lelaki yang sudah kamu tolak dua kalilah Nak yang menjadi jawaban setiap istikharah Ummi." Akhirnya untuk ketiga kalinya Teh Angel mau dikhitbah lelaki itu. Dengan catatan bahwa jaraknya jangan lama, yaitu sepekan saja dari Angel menetapkan.
Bahagialah sang lelaki, karena ia mendapatkan kesempatan untuk ketiga kalinya. Lalu bagaimana pihak keluaga lelaki? Mereka memang sempat marah ketika ditolak untuk kedua kali tetapi apa boleh buat anak lelaki mereka memintanya sekali lagi. Dan hari pun ditentukan. Dalam masa penantiannya Teh Angel lagi-lagi ingin kabur dari perjanjian itu, namun buntu sudah jalan di pikirannya. Akhirnya resmi sudah Teh Angel dikhitbah. Lelakinya bahagia, bagaimana dengan teh Angella?belum juga menemukan keyakinan bahwa lelaki itu adalah calon suaminya. Karena Teh Angel merasa dia belum bisa sama sekali melihat kebaikan lelaki itu baik secara fisik atau pun faktor X lainnya. Hari pernikahan pun ditetapkan.
Cukup memukau ya mahar dan prosesi pernikahannya. Namun siapa sangka bahwa tangis Teh Angel pecah justru ketika akad nikah. Bukan karena terharu, tapi karena ia sama sekali belum yakin bahwa lelaki yang mengucapkan qabul adalah calon yang sudah dipilihkan Allah untuknya. Fyi, sebelum khitbah dilaksanakan Teh Angel mengajukan permintaan kepada sang lelaki untuk tidak menyentuh teh Angel sampai ia sendiri ridho, untuk kurun waktu minimal satu tahun. Dan sang laki-laki menyanggupinya. MasyaAllah sekali si Aa' ini. Ah, terbuat dari apakah hatinya. Ta'aruf tak berani menatap apalagi memegang. Setelah sah bahkan sanggup tak menyentuh bahkan sanggup sampai satu tahun.
Nah, tibalah sesi foto-foto. Pasti kan ada adegan cium tangan di manapun setelah prosesi ijab qabul selesai? Nah, si Aa' nggak berani memulai dulu mengingat perjanjiannya dengan Teh Angel yang disaksikan sang Ibundanya (ibu teh Angel). Pihak laki-laki tentu saja tidak tau-menau soal perjanjian tidak bermaterai ini. Teh Angel mulai mengulurkan tangan untuk mencium tangan si Aa' , nah disitu desiran halus mulai ia rasakan. Rasa cinta itu perlahan tumbuh (seperti doanya), kalau si Aa' mah emang udah jatuh cinta beneran. Foto selanjutnya memaksa mereka untuk bergandengan tangan di pelaminan, lagi-lagi si Aa' tak berani memulai. Dan lagi-lagi teh Angel dengan penuh kesadaran menggandengan tangan si Aa', desiran halus itu makin ia rasakan. Ia pandangi sosok lelaki disampingnya yang ternyata membuatnya sadar bahwa ia tak sejelek yang ia sangkakan. Jadilah teh Angel seharian tersenyum lebar dan tidak melepaskan genggaman tangannya. Ah, bahagianya. Ya, laki-laki pejuang itu adalah pemilik akun Instagram bernama @Indra a.m.
Finally, ini adalah oleh-oleh saya pada saat mengikuti sharing bersama Angella Fransiska dan Nabila Jauda pada 21 November 2015. Iya pekan-pekan terakhir saya tinggal di Bandung. Alhamdulillah setelah patah hati tidak bisa bertemu Bunda Lyra Vyrna, Teh Ninih dan Ghaida Tsurayya setidaknya saya mengingat bahwa saya pernah bertemu sosok inspiratif lainnya. Wassalamu'akaikum...keep writing stay blogging.

Itenas, 21-11-2015